RADAR UPDATE, SOPPENG – Program Listrik Masuk Sawah (PLMS) yang digagas pemerintah daerah mulai terasa manfaatnya bagi para petani di Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Inisiatif ini menjadi jawaban atas kendala pengairan dan tingginya biaya operasional pertanian yang selama ini dikeluhkan warga.
Melalui PLMS, sistem penyiraman sawah yang sebelumnya mengandalkan pompa berbahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji kini dialihkan menggunakan tenaga listrik. Perubahan ini dinilai mampu menekan biaya pengeluaran sekaligus menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang musim tanam, tidak lagi bergantung pada curah hujan.
Irwan, salah seorang petani setempat, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program ini.
“Pompa berbasis listrik ini sangat membantu mengairi sawah. Sekarang kami tidak lagi takut sawah kekeringan meski musim kemarau tiba,” ujarnya saat ditemui, Minggu (15/2/2026).
Meski sudah merasakan dampak positif, Irwan berharap jangkauan program dapat diperluas. Ia menyoroti kebutuhan petani yang lahannya berada jauh dari pemukiman.
“Kami berharap pemerintah juga menyediakan akses listrik dan pompa bagi sawah yang lokasinya terpencil, agar semua petani dapat merasakan manfaat yang sama,” harapnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, petani di Desa Enrekeng optimis produktivitas panen akan terus meningkat. Ke depannya, program ini diharapkan dapat mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pertanian setempat.
Published : OVA



