-->
  • Jelajahi

    Copyright © RadarUpdate.com | Panduan Masa Depan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    RADAR UPDATE

    Bangun Pariwisata Bali dan Lombok, DPRD NTB Harapkan Adanya Sinergitas

    RadarUpdate.com
    Sabtu, 02 April 2022, 16:34 WIB Last Updated 2022-04-07T01:36:41Z

    RADAR UPDATE, MATARAM – Demi mengembalikan keterpurukan pariwisata Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bali di tengah pascapandemi Covid-19, dibutuhkan sinergitas dengan mengedepankan karakteristik daerahnya masing-masing. Promosi bisa dilakukan secara bersama-sama sehingga tidak saling salip, tidak saling mendahului tetapi saling memback-up dan saling mendukung di dalam memperkuat daerah tujuan wisata masing-masing.

    Contohnya seperti sirkuit Pertamina Mandalika yang dibangun dengan event internasional Pertamina MotoGP 2022 lalu. Disebutkan jika bukan warga NTB saja yang mendapatkan kemakmuran, tetapi juga warga Bali yang mendapatkan dampak ekonominya. Misalnya pengusaha hotel lebih dulu menjual hotel, mobil-mobil mewah untuk transportasi justru datang dari Bali, Surabaya dan Jakarta. Di Lombok sendiri benar-benar saling mendukung dan berbagi rejeki.

    Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dewan DPRD Nusa Tenggara Barat Mahdi Muhammad, S.H., M.A. saat menerima rombongan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan (Forward) DPRD Provinsi Bali bersama Humas DPRD Bali, Kamis (31/3/2022) di Kantor Sekretariat DPRD NTB, Mataram. 

    Rombongan Forward Bali yang terdiri dari wartawan media cetak, elektronik dan online ini dipimpin Kasubag Umum Sekretariat DPRD Bali I Kadek Putra Suantara dan Ketua Forward Bali Komang Suparta.

    "Banyak hal yang bisa bersama-sama dikembangkan. Pertama dari sisi objek dan daya tarik wisatanya. Apa yang sudah ada di Bali, Lombok tidak harus meniru apa yang ada di Bali, tetapi harus dikembangkan sesuai karakteristik daerahnya masing-masing," ujar Mahdi yang didampingi Kabag Humas DPRD NTB dan Ketua Forum Wartawan Parlemen NTB Irul Mustofa. 

    Dirinya juga mengatakan, di dalam promosi bisa dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan karakteristik daerah tujuan wisata masing-masing sehingga tidak saling salip, tidak saling mendahului tetapi saling membackaup dan saling mendukung di dalam memperkuat daerah tujuan kita masing-masing.

    Seperti kunjungan rekan-rekan media dari Forward DPRD Bali yang luar biasa menyatukan pemikiran kita, bagaimana mempererat hubungan antara anak bangsa di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di dalam pengembangan pariwisata. 

    "Inshaallah, ke depan kita akan menyatu di dalam mensejahterakan masyarakat kita. Semangat rekan-rekan wartawan Bali luar biasa di dalam mempererat tali silaturahmi di antara anak bangsa," ucapnya.

    Mahdi memaparkan Bali sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata sejak seabad yang lalu, sementara Lombok baru dikenal oleh masyarakat internasional sejak tahun 1990-an. Jadi Lombok sebagai daerah tujuan wisata tetap hormat kepada Bali sebagai daerah tujuan wisata yang duluan berkembang. 

    Dikatakan, strategi promosi, strategi pengembangan daerah tujuan wisata, pengembangan objek wisata semuanya ada di Bali. ‘’Jadi ilmu pariwisata ada di Bali. Kami belajar di Bali tentang bagaimana konsep memadukan antara daerah pegunungan, daerah persawahan dan daerah pantai,’’ bebernya. 

    Dikatakan, kontur biografi Lombok hampir sama dengan Bali. Di Lombok selain bisa melihat gunung, ngarai, persawahan dan langsung melihat pantai. Namun kelebihan ke Bali, sekali keliling Bali bisa melihat gunung, sawah dengan subaknya, dan Pantai Kuta dalam satu kali kunjungan. Tinggal ke depan bagaimana Lombok melihat potensi itu. 

    ‘’Dan masyarakat Lombok tidak akan menyaingi Bali dan kami tetap belajar dari Bali dan Bali itu menjadi poros pengembanagan pariwisata Indonesia dan dunia. Tinggal teman Bali bagaimana menciptakan yang sudah kondusif ini dipertahankan. Jika Bali bergejolak, Indonesia akan bergejolak, pariwisata dunia juga akan bergejolak. Ini perlu dipahami, bahwa Bali kondisinya luar biasa, orang dari manapun merasa nyaman dan enak karena menjadi barometer pariwisata dunia,’’ pungkasnya.

    Sementara itu, Kasubag Umum Sekretariat DPRD Bali Kadek Putra Suantara, S.STP, MAP. menambahkan, salah satu dari lima unsur mendasar dalam pengembangan pariwisata yang berbudaya, berkelanjutan dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat adalah dengan melibatkan kerja sama dengan media. 

    Kadek Putra menyontohkan betapa besar kekuatan media dalam ikut membangun pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Seperti Bali kini mulai menggeliat di tengah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dengan adanya kelonggaran tidak lagi menggunakan rapid test dengan syarat sudah vaksin dua kali dan seterusnya. 

    Kadek Putra berharap dengan menggeliatnya pariwisata dimana media ikut bersumbangsih dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat Bali. Dengan pendapatan masyarakat meningkat, maka program-program pemerintah pusat maupun provinsi dapat tercapai dengan maksimal. 

    Dengan kunjungan bersama Forum Wartawan DPRD ke NTB, Kadek Putra juga berharap bisa menggali seluas-luasnya informasi yang tentunya dapat memberikan masukan khususnya kepada Dewan sesuai dengan tugas dan fungsi Dewan yaitu pembentukan perda, pengawasan, dan penganggaran. Dukungan dari Dewan ini tentunya bersinergi dengan masukan-masukan dari media yang arahnya untuk pembangunan Bali terutama sektor pariwisata ke depan menjadi lebih baik. (**)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU