-->
  • Jelajahi

    Copyright © RadarUpdate.com | Panduan Masa Depan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    ULTAH BUPATI

    ULTAH BUPATI

    HJS

    HJS

    Ucapan IWO

    Ucapan IWO

    RADAR UPDATE

    Kabupaten Soppeng Ditunjuk Kementan Jadi Pusat Pertanian Modern Nasional

    RadarUpdate.com
    Jumat, 08 Mei 2026, 17:50 WIB Last Updated 2026-05-08T10:50:45Z

    RADAR UPDATE, SOPPENG  —  Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kembali mencuri perhatian tingkat nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara resmi menetapkan daerah ini sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan sistem pertanian modern, melalui program unggulan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
     
    Peluncuran program strategis ini ditandai dengan kegiatan tanam perdana yang digelar di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dan dihadiri Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan RI, Prof. Dr. Ir. Fadjri Jufri, M.Si, beserta jajaran kementerian, tenaga ahli, Kepala Balai Modernisasi Pertanian, unsur Forkopimda, penyuluh pertanian, hingga perwakilan kelompok tani pelaksana program.
     
    Momen ini menjadi tonggak sejarah baru transformasi sektor pertanian di Soppeng, daerah yang telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.
     
    Dalam sambutannya, Bupati H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan simbol perubahan besar menuju sistem pertanian yang lebih maju, efisien, dan berbasis teknologi.
     
    "Ini bukan hanya tanam perdana, tapi awal perubahan besar pertanian Soppeng menuju era modern. Petani harus siap menghadapi perubahan teknologi agar hasil pertanian semakin meningkat," tegas Bupati.
     
    Program PM-AAS menghadirkan berbagai inovasi pertanian terkini, mulai dari penggunaan alat mesin pertanian canggih, sistem tanam presisi, penggunaan benih unggul bersertifikat, pemupukan berimbang dan terukur, hingga pemanfaatan teknologi drone untuk pemantauan dan pengelolaan lahan. Menurut Bupati, kehadiran teknologi ini bukan untuk menggantikan peran petani, melainkan menjadi alat bantu guna meringankan beban kerja sekaligus mendongkrak produktivitas.
     
    "Teknologi bukan menggantikan petani, tetapi membantu petani bekerja lebih mudah dan hasil yang lebih besar," tambahnya.
     
    Pengembangan PM-AAS di Kabupaten Soppeng menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2025 program ini baru diterapkan di lahan seluas 5 hektar yang berlokasi di Kecamatan Marioriawa, maka di tahun 2026 ini luas areal pengembangannya melonjak drastis menjadi 120 hektar. Rinciannya, 100 hektar berada di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.
     

    Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan RI, Prof. Fadjri Jufri, mengungkapkan alasan utama pemerintah pusat memilih Soppeng sebagai lokasi pengembangan utama. Menurutnya, daerah ini dinilai memiliki potensi luar biasa dan siap menjadi contoh penerapan teknologi pertanian modern setara dengan negara maju.
     
    "Soppeng menjadi salah satu kabupaten prioritas yang akan memulai teknologi pertanian modern sebagaimana diterapkan di negara-negara maju," ujar Prof. Fadjri.
     
    Poin yang paling mencengangkan, lanjut dia, adalah hasil uji coba penerapan PM-AAS sebelumnya di Soppeng telah mencatat produktivitas yang sangat tinggi, yakni mencapai 10,4 ton gabah kering panen per hektar. Angka ini tercatat jauh di atas rata-rata produktivitas padi nasional, dan menjadi dasar kuat perluasan program di wilayah ini.
     
    "Di Soppeng sudah diuji coba dan hasilnya mencapai 10,4 ton per hektar. Karena itu tahun ini langsung ditambah menjadi 120 hektar," ungkapnya.
     
    Lebih lanjut, Prof. Fadjri menjelaskan bahwa di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan, hanya ada empat kabupaten yang dipercaya mendapatkan alokasi program PM-AAS, yaitu Sidrap, Bone, Soppeng, dan Maros. Hal ini menegaskan posisi strategis Soppeng dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
     
    Pemerintah pusat pun memastikan komitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program ini, baik melalui pendampingan teknis maupun penyediaan sarana pendukung.
     
    "Kementerian akan memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan program ini," tegasnya.
     
    Kegiatan tanam perdana diawali dengan peninjauan lokasi lahan dan pengecekan kesiapan sarana pertanian. Rombongan pejabat dan petani juga menempuh akses jalan tani menuju kawasan persawahan yang menjadi lokasi utama pengembangan.
     
    Melalui program ini, pemerintah daerah dan pusat menaruh harapan besar agar produktivitas padi di Soppeng meningkat secara signifikan, kesejahteraan petani terangkat, dan menjadikan Soppeng sebagai salah satu pusat pertanian modern terbesar dan paling maju di kawasan Indonesia Timur.


    Published : OVA
    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU